copywriting & content writing

Manfaat Copywriting & Content Writing untuk Bisnis Anda

Kita semua pasti pernah mendengar slogan “Apa pun makanannya, minumnya…”, dan pikiran kita pasti tertuju pada sebuah minuman teh kemasan yang sudah merajai pasar di Indonesia maupun dunia sejak lama.

Bahkan, saat mendengar slogan ini terucap, terbayang kesegaran sebotol teh sehingga mendorong kita untuk membeli. Begitulah kekuatan kata-kata yang dikembangkan dengan baik.

Pada dasarnya, tulisan merupakan cara manusia berkomunikasi. Melalui tulisan, kita dapat bercerita, berbagi pemikiran atau menjelaskan maksud, latar belakang, dan identitas kita kepada orang lain.

Manusia telah melakukan ini selama berabad-abad, dari simbol-simbol yang dibuat manusia di zaman prasejarah, batu-batu prasasti peninggalan kerajaan kuno hingga tulisan 140 karakter yang sering kamu kirimkan melalui aplikasi media sosial Twitter.

Berbagai tujuan menulis menciptakan jenis tulisan yang berbeda-beda. Novel, diary atau buku catatan merupakan jenis-jenis tulisan dengan tujuan yang berbeda.

Di dunia marketing, tulisan digunakan untuk mengomunikasikan identitas atau informasi penting lain yang hendak disampaikan oleh sebuah perusahaan atau brand kepada khalayak luas. Dari kebutuhan inilah lahir teknik “copywriting” dan “content writing”.

Banyak yang menganggap keduanya sama, tapi sebenarnya masing-masing memiliki proses, fungsi dan tujuan yang berbeda. Hal ini dikarenakan “copywriting” menjual atau mengajak, sedangkan “content writing” fungsinya untuk memberitahu.

Tujuan utama “copywriting” ialah mengundang target “audience” untuk mengambil suatu tindakan tertentu. Di dunia advertising dan marketing, “copywriting” berperan sebagai strategi untuk merepresentasikan sebuah brand.

Seorang “copywriter” wajib dibekali dengan keterampilan merangkai kata yang menggelitik emosi targetnya. Kira-kira seperti seorang penulis puisi, namun berkiblat pada kepentingan brand dan target “audience”. Produk “copywriting” dapat ditemukan di billboard, video campaign dan e-mail berupa slogan, jargon, dan kalimat ajakan (call-to-action). Slogan Just Do It dari Nike dan kalimat ajakan subscribe here adalah beberapa contohnya

Sementara itu, “content writing” lebih fokus menyajikan informasi dan pengetahuan yang komprehensif mengenai suatu subjek kepada target “audience”.

“Content writing” mendorong target “audience” untuk memahami subjek yang diangkat, sehingga dapat menambah wawasan atau bahkan mengubah pandangan “audience” mengenai subjek tersebut.

Gaya penulisannya pun banyak dipengaruhi oleh ilmu jurnalistik kredibel, akurat, dan faktual. Biasanya, konten ditemukan di buku, majalah, dan jurnal dalam bentuk artikel print maupun digital. Contohnya adalah tulisan yang sekarang Anda baca.

Sebenarnya, teknik menyajikan “content writing” berisikan informasi mengenai perbedaan “copywriting” dan “content writing”. Jika c”opywriting” cenderung persuasif, “content writing” justru bersifat edukatif.

Proses pengerjaan keduanya tidak sesederhana itu. Copy dan content yang baik harus menarik dan mudah dipahami, sesuai dengan identitas perusahaan atau brand.

Seorang copywriter atau content writer dituntut untuk memahami betul produk yang ingin dikomunikasikan serta psikologi target pembaca tulisan tersebut. Oleh karena itu, pengembangan copywriting dan content writing membutuhkan proses panjang, dimulai dari riset, analisa, hingga pengembangan konsep.

Berdasarkan industri dan kebutuhan klien, penulis mulai menentukan informasi apa yang dibutuhkan. Informasi ini dikumpulkan melalui riset, survei atau wawancara. Setelah data terkumpul, penulis harus menentukan informasi apa saja yang penting untuk dimasukkan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai tips dan trik dalam menulis “copywriting” maupun “content writing” silakan klik bit.ly/difininfo

 

Penulis: Mustaqim Amna

bagikan artikel ini:

Read Another Post

Menu